Waktu yang berjalan terasa melambat hari ini,diantara degup sayup rasa jantung hati akan celoteh bahagia sang kekasih diujung sana,semua lelah ini seakan sirna seketika. Ketika ku pandangi potret wajahmu yang tersenyum padaku.
Sayup-sayup suara hati bergema di setiap
penjuru pendengaranku,relung degup diantara gigi yang terkatup akan
bayangan dirinya diujung sana."s
ialan aku rindu akan dirinya"batinku kembali bergejolak dan berusaha mengais sisa-sisa luka.
Senja yang bergelayut mengatup malam,ku duduk disini seperti biasa
melepaskan pandanganku pada setiap penjuru Tanah gersang yang terhampar
diantara cadasnya hidup,ku gelembungkan kedua pipiku dan dalam satu
tarikan nafas saja asap rokok itu pun kembali menelusup keluar dari pipa
pernafasanku,ku hempaskan semuanya.
Batinku yang di
korek-korek rindu diantara dentuman dahsyat berjuta-juta
keinginan."Seandainya aku mati apa aku masih memiliki
keinginan,seandainya aku mati apa aku masih bisa merasakan rindu ini
?"pikiran kotorku yang entah terselip dari mana berusaha menyembul dan
memeperkosa jiwaku yang sedang melarut bersama waktu,rindu ini
membunuh ketidak berdayaanku.
Cangkir kopik hitam ku yang sedari tadi
menari menemani tarian alam pikirku kini sudah tampak terlihat
dasarnya,lagu cinta dan kerinduan yang dinyayikan dengan merdu sekali,"Sayang titian hidupku ini
tak semanis titian laras melody"
"Ya aku kan mati dalam peluh dengan senyum yang tersemat menertawakan rinduku"
Apa yang kau cari dari hidup ku ini?
Apakah masih mendamba bintang yang tak pernah dapat kau gapai
Apakah masih merindu sang bulan untuk mau duduk di pelukanmu
Apakah masih berimaji menggaris pelangi dengan telunjuk tanganmu,bukankah rintik
sampai kapan hatimu sudi menanti?
Dan dalam hatiku pun berbicara sendiri..
Manusia seperti kita hanya bisa berandai-andai,dan bila mimpi itu
menjadi nyata mungkin Tuhan lupa mengambil kunci bahagia yang di
titipkan pada kita............
Dan percik kan tawa kami diantara rindu akan bahagia ,yang seolah kami lupa apa bahagia itu pernah menghampiri diri kami.
Diantara kepulan asap rokok , secangkir kopi hitam dan lagu yang tak ku mengerti merasuk
jiwa sepi menghancurkan luka dan penatnya hari ini di
negara yang Antah Berantah,
Mudah-mudahan tuhan mendengarkan apa yang harus ku katakan padamu malam ini,yang di temani sepi,dan rintik hujan yang mengoyak hati ini,
Kamu pasti ingat berapa kali Aku memeluk mu,kamu menangis,Sa'at itu aku tak banyak yang pikir,yang penting aku bisa membuat mu tersenyum kembali,walaupun mengubah Dunia menjadi Gemerlap Bintang-Bintang Agar kau tersenyum,
kini tinggal lah waktu yang seakan menimbun kisah kita perlahan lahan
Akan Kah Kita Bisa Tertawa Kembali seperti sa'at kita memakai baju putih Abu-Abu
Yang sangat membosankan Apabila kU teringat Sa'at ku belajar Fisika,yang penuh Dengan rumus Tapi kenyataan nya Aku terlalu Larut Dalam Kebosanan Itu Karena Melihat Senyuman mu Di Sa'at Belajar (Y)
sebait puisi ini Hanya untuk kau seorang.
Utari Novia Randani
jiwa sepi menghancurkan luka dan penatnya hari ini di negara yang Antah Berantah,
Mudah-mudahan tuhan mendengarkan apa yang harus ku katakan padamu malam ini,yang di temani sepi,dan rintik hujan yang mengoyak hati ini,
Kamu pasti ingat berapa kali Aku memeluk mu,kamu menangis,Sa'at itu aku tak banyak yang pikir,yang penting aku bisa membuat mu tersenyum kembali,walaupun mengubah Dunia menjadi Gemerlap Bintang-Bintang Agar kau tersenyum,
kini tinggal lah waktu yang seakan menimbun kisah kita perlahan lahan
Akan Kah Kita Bisa Tertawa Kembali seperti sa'at kita memakai baju putih Abu-Abu
Yang sangat membosankan Apabila kU teringat Sa'at ku belajar Fisika,yang penuh Dengan rumus Tapi kenyataan nya Aku terlalu Larut Dalam Kebosanan Itu Karena Melihat Senyuman mu Di Sa'at Belajar (Y)
sebait puisi ini Hanya untuk kau seorang.
Utari Novia Randani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar